Perbandingan Harga Gypsum Dengan Bahan Plafon Rumah Lainnya

Perbandingan Harga Gypsum Dengan Bahan Plafon Rumah Lainnya.

Plafon rumah adalah elemen yang penting untuk membentuk kesan mewah. Selain itu, kehadiran plafon juga akan membuat rumah terkesan bersih dan bebas dari bocor. Tak ayal jika banyak kalangan yang mencari-cari jenis material plafon yang sesuai dengan kondisi rumah dan tentu saja dengan kantong mereka. Untuk lebih memudahkan anda memilih jenis material yang pas, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai perbandingan berbagai material plafon seperti harga gypsum, kalsiboard, pvc dan kayu.

Perbandingan Harga Gypsum dan Kalsiboard

Kalsiboard adalah jenis material plafon yang banyak digemari oleh masyarakat indonesia selain gypsum. Kalsiboard memiliki sifat ynag baik diantara material lainnya karena tahan terhadap air, jamur dan juga tahan api alias tak dapat tebakar.

Soal harga, kalsiboard dihargai dengan harga paling murah sekitar 16.000 per meter persegi. Harga ini adalah harga untuk jenis polos dan ketebalan hanya 3 mm. Dengan luas yang sama diperkirakan harga kalsiboard lebih murah 15.000 dibandingkan harga gypsum dengan ketebalan 9 mm.

Perbandingan Harga Gypsum dan PVC

Harga pvc sangat jauh diatas harga gypsum, namun jika anda memilih plafon jenis ini anda tak perlu lagi melakukan proses finishing. Hal ini dikarenakan pvc biasanya telah dilapisi dengan pewarna dan juga tersedia dengan beberapa motif. Keuntungan lainnya adalah pvc gampang dipasang menggunakan sistem knockdown serta tahan terhadap air dan rayap.

Perbandingan Harga Gypsum dan Plafon Kayu

Plafon dari kayu sangat diminati bagi orang yang menginginkan gaya vintage pada rumah mereka. Pemakaian plafon dari kayu memang dapat manambah kesan unik dan natural pada rumah. Sayangnya harga plafon kayu sangatlah tidak realistis dan jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga gypsum. Untuk menghindari harga plafon kayu yang selangit, masyarakat biasa beralih ke plafon dari triplek yang dipelitur untuk menghasilkan kesan vintage yang tak kalah dari plafon kayu asli.

Soal harga, plafon dari triplek memiliki posisi yang hampir imbang dengan harga gypsum. Harga triplek berkisar diantara 40 ribuan sedangkan gypsum 10 ribu lebih mahal.

Perbandingan Harga Gypsum Dengan Fibersemen

Sama halnya dengan gypsum, fibersemen memiliki tekstur yang sangat keras dan tahan dengan bocor. Produsen fibersemen biasanya memproduksi dengan ukuran yang sama dengan triplek, hanya saja ketebalannya mencapai 4mm. Teknik pengerjaan fibersemen juga sama dengan gypsum, yaitu dengan teknik dempul dan plester kertas.
Soal harga, fibersemen memiliki harga yang hampir imbang dengan harga gypsum ketebalan 9mm. Tepatnya fibersemen grc ketebalan 4mm dihargai 44 ribu dan hampir setara dengan harga gypsum ketebalan 9mm yang berkisar di angka 50 ribuan.

Kelebihan di Balik Harga Hypsum Yang Mahal

Dibalik harga gypsum yang mahal, ternyata jenis plafon ini memiliki berbagai kelebihan. Material gypsum yang keras, tebal dan tahan terhadap bocor menjadi beberapa aspek yang menjadikan harga gypsum lebih mahal dibanding material plafon lainnya. Selain itu, permukaan gypsum juga lebih halus sehingga lebih mudah di cat dan nyaman dilihat.

Dari segi nilai estestika, gypsum juga lebih menjual. Pasalnya, sambungan gypsum bisa dibuat tak terlihat sama sekali. Banyaknya ornamen seperti lisprofil, motif panel tengah, dan aneka ornamen material lainnya yang terbuat dari gypsum juga turut menambah keindahan rumah berplafon gypsum.

Dari uraian diatas, anda dapat membandingkan sendiri jenis plafon mana yang sesuai dengan selera, desain dan juga kantong tentunya.

Sumber : pagarbesi.com

Tinggalkan Balasan

phone phone sms Aplikasi